Selasa, 24 April 2012

Belajar Mengetik Puisi


Kebingungan dan Kegilaan

Siapakah yg dpt melukiskan perbuatan Yang Tak Terkatakan ?
Aku bicara seperti ini karena aku  tak lagi punya pilihan.
Kadang Dia menunjukkan Dirinya dlm satu cara
Dan kadang dgn cara yg sebaliknya.
Perbuatan agama tiada lain kecuali kebingungan
Tiada kebingungan yg membawamu jauh dari-Nya
Tapi ia membawamu tengelam di dlm kawan
Dan kemabukan denganNya (M 1 311313)
Cinta pada Dikau membingungkan
Penglihatan akan Dikau, kinikmatan
Karena lautan adalah itu maka inilah mutiara
Ijinkan aku mencuci hatiku dari segala ilmu
Biarkan diriku tak perduli  pada diri sendiri
Seseorang harus jangan pergi menuju keharibaan
Yang tercinta sebagai guru segala ilmu
Roh orang-orang gila tahu bahwa roh ini adalah kulit roh :
Demi ilmu ini, kau harus menyebrangi ilmu dalam kegilaan (D 19447-48)
Salahkan dirimu sendiri, jangan salahkan isyarat-isyarat agama yg sudah nyata
Bagaimana mungkin seekor burung lempung terbang melintasi cakrawala agama?
Seekor burung yang paling angkuh membumbung ke udara,
karena ia tumbuh dari nafs  dan ambisi.
Maka, jadilah bingung, jangan katakana ya atupun tidak !
Sehingga kasih memberimu sebuah sarana
Karena kau terlalu dungu untuk memahami keajaiban-keajaiban ini
Jika kau katakan ya, artinya kau berpura-pura.
Dan jika kau katakana tidak, berarti tiada kehendak dikepalamu
Itu menjadikan Qahr menutup jendelamu
Bingung dan kacaulah sehingga pertolongan Tuhan
Datang kepadamu dari depan dan belakang
Suatu ketika kau mengalami kebingungan
Kacau dan hancur setelah itu, mari kita menuju
Keadaan rohanimu dan berkata,
Tunjukkan kami kejalan yang lurus (Qs. 1 : 5 )
Qahr benar-benar dahsyat
Tapi manakala kau mulai meratap
Kedahsyatan itu menjelma kehalusan dan kelembutan
Karena kedahsyatan hanya bagi seorang pengingkar
Manakala kau telah menjadi putus asa
Ia menjelma Kelembutan dan Kemurahan (MIV 374-4)
Dia yang merasakan manisnya agama
Haruskah menikmati madu dunia ?
Apa yang kau inginkan dengan akalmu ?
Melambung dengan sedikit anggur ?
Juallah akalmu dan belilah kebingungan !
Jual beli seperti itu akan mengantarkanmu mencapai
Apa yang engkau inginkan. (D 1044-48)
Wajah dikau menjadikan rohku bunga-bunga
Ungu, bakung, dan lili;
Bulan Dikau telah menyinari bulanku.
Adakah yang menyertaimu ?  aku tidak tahu.
Betapa menakjubkan lautan di dalam hati
penuh dengan ikan dan tak bertepi !
aku tidak pernah melihat lautan seperti ini
aku tidak pernah mengenal ikan seperti itu
kemaharajaan makhluk adalah dongeng
sebagai kisah tentang mangkuk raja
tiada raja yang ku kenal
selain raja keabadian
Menakjubkan, matahari yang tak terbatas segalanya
Adalah debu yang berbicara di hadapan engkau
Engkaukah cahaya dzat Tuhan ?
Engkaukah Tuhan ?
Aku tidak tahu.
Dikau yang mepesona
Membakar jiwa-jiwa seribu ya’qub hingga membara
Oh keindahan-keindahan Yusuf
Mengapa Dikau bersembunyi di dalam sumur ini ?
Aku tidak tahu
  Diam ! karena kaulah pembawa cerita
Terus saja berubah-ubah
Suatu ketika kau hu  di lain waktu ha lalu ah
Aku tidak tahu
Aku akan diam, karena baru sembuh dari sakit
Aku tak dapat membedakan antara kekosongan diri
dan kemabukan dari kesadaran (D 143)
Oh musuh akalku !
Oh obat kebodohan !
Akulah tong, dan Engkau di dalamnya,
Adalah anggur yang meragi
Engkaulah Awal dan Akhir,
Engkaulah Yang Dhohir dan Yang Batin (QS.7 : 3)
Engkaulah sultan dan syah, sang pemelihara dan penjaga
Engkaulah yang manis dan yang pahit
Engkaulah hati yang mebakar
Hati yang menyerang
Wajah rembulan Yusuf dan penghalang tabir
Engkau benarbenar segar dan hijau
Sangat mempesona dan menawan
Engkau bagai akal dalam pikiranku
Dan anting-anting ditelingaku
Engkau yang jauh dan diri
Di depan dan lebih
Kawan pikiran yang sakit
Bisa dan obat mujarab
Setiap hari dia membuatku gila selalu
Dan datang dengan permainan yang beraneka
Aku mainanNya yang senantiasa dibikin bingung
Dalam permainanNya (D 1940)
Meski akalmu terbang melambung
Burung takqlidmu tak pernah lelah
Mengais makanan di atas tanah
Taqlid adalah tabir bagi roh kita
Ia adalah sesuatu yang terpinjam
Dan kita duduk dengan nyaman sambil berkata
“ Inilah kita “
Kau harus menjadi dungu dalam kecerdasan
Harus menjadi gila !
Apapun yang kau pandang bermanfaat
Larilah darinya !
Minumlah racun dan tumpahkan air kehidupan !
Tinggalkan keamanan
Dan tinggallah di tempat-tempat yang mengerikan!
Buang kehormatan dan jadilah hina  dan memalukan !
Aku telah merasakan penglihatan akal yang jau
Setelah ini aku akan membuat diriku gila
Di jalan ini, jauh dan terasinglah dari Tuhan
Segala yang tidak membingungkan
Dan bukan kegilaan. (M VI 09)
Lihatlah betapa orang gila telah melompat
Dan terbebas dari kungkungan eksistensi !
Lihatlah betapa mereka membiarkan diri kehilangan hati
Karena hati-hati ini adalah perangkap dan nestapa. (D 423)
Bingunglah akal-akal karena kegilaan
Sedang aku bingung karena mereka dalam kebekuan selalu
Es yang terbungkus dalam bayang-bayang tak akan larut
Ia tak mampu menatap pancaran sinar matahariku (D 18256-7)
Akal menelan bius dari tangan cinta
Kini lihatlah kegilaannya !
Kini akal dan cinta sama-sama gila
Dikarenakan cintanya pada sungai
Danau yang mulai mengalir menjelma samudra
Musnahlah ia
Manakala ia mencapai cinta
Tampak baginya lautan darah
Akal duduk di tengah-tengah kegenangan darah
Gelombang darah menerjang kepalanya
Dan melemparkanya dari enam penjuru arah
Menuju tanpa arah.
Manakala ia telah sepenuhnya sirna
Lalu menjelma “ kilat” dan mengambil tempat dalam cinta
Lalu sirna, dan mencapai tempat dimana tak ada lagi langit dan bumi
Ketika ingin bergerak, ia tak memiliki kaki
Tapi jika duduk ia akan kehilangan sesuatu yang sangat berarti
Dari sudut yang lain
Tiba-tiba tampak olehnya kesirnaan
Dan kesemestaan Cahaya Yang Tak Terlukiskan
Kaki-kakinya menancap, tapi mulai bergerak
Menuju padang yang menakjubkan
Dengan harapan dapat melampaui
Yang jauh dan terbebas dari diri  dan segala yang ada di bawah
Dua jembatan membentang di atas jalanNya,
Penuh dengan api dan yang satunya bunga-bunga
Sebuah panggilan datang
Masuklah ke dalam api dan temukan dirimu
Di dalam taman kesenangan !
  Tapi, jika memasuki rumpun bunga akan kau dapati
dirimu didalam api dan tungku
terbang menuju langit seprti Isa
atau jatuh ke dalam seperti Korah !
Lari dan cari pelataran roh raja
Sehingga bebaslah engkau dari setiap jerat
Matahari agama dan kebanggaan Tabriz itu lebih agung
Dari segala sifat yang kau berikan padanya ( D 17721)
Jadilah gila dan kacau seperti aku !
Mengapa kau malah tenang dan bertaut pada akal ?
Berfikirlah demi pencapaian
Kecuali jika kau telah diberkati
Dari kepala hingga kaki ( D 28080-01)
Oh orang – orang !
Tidak akan kau dapati diriku sebagai manusia !
Bahkan orang gila pun tidak tahu apa yang ada dalam hatiku !
Bintang orang gila telah temaram,
ia telah lari dari huru haraku-telah bercampur dengan kematian
aku telah mengalir menuju Noneksistensi.(D14490-91)
Oh Saki, akal-akal telah memasuki rumah dengan kegilaan!
Mereka tuangkan darah ke dalam mangkuk kegilaan hingga meruah!
Laki-laki dan perempuan yang dahaga
Membakar seratus ribu rumah eksistensi
Menunjukkan keperkasaan dalam kegilaan
Tidakkah kau lihat, ngengat kegilaan terus sja lemparkan diri
Di atas lilin dikarenakan kekuatan cinta yang tak terkendali
Roh dan hati sama-sama cepat dalam menangkap
cerita kegilaan dari akal
dan menyumpal telinga dengan kain supaya tidak mendengar
cerita dari dua dunia ( D 29743-44, 4-47)
Oh manusia yang bahagia dan terhormat !
Gilakah aku atau kau ?
Minumlah semangkuk bersamaku,
Singkirkan kesalahan ! (D 872)


PERSATUAN DAN PERPISAHAN
Manakala dari awal aku memulai
Jadilah Dia pemimpinku
Manakala aku mencari di dalam hati
Dialah yang memberi gairah
Manakala aku berjuang demi kedamaian
Dia menengahi
Manakala aku pergi berperang
Dialah belati
Manakala aku datang untuk berkumpul
Dialah manisan dan anggur
Manakala aku memasuki kebun
Dialah bakung
Manakala aku turun menuju tambang
Dia merah delima dan merona
Manakala aku menyelam ke dalam lautan
Dialah mutiara
Manakala aku melintasi sahara
Maka Dia menjelma mata air
Manakala aku mendaki langit
Dialah bintang
Manakala kutunjukkan ketabahan
Dadaku adalah Dia
Manakala terbakar hatiku
Dialah tungku
Manakala kumasuki medan pertempuran
Dia berada di dalam pasukan dan memimpin barisan
Manakala aku pergi ke pesta
Dialah saki, sang penghibur dan mangkuk
Ketika kutulis surat untuk para sahabat
Dialah kertas, pena dan tinta
Dalam tidurku, Dialah mimpi
Ketika terbangun, Dialah kesadaran baruku
Ketika aku mencari rima bagi sajakku
Dia menjalankan jalan pikiranku
Dia berdiri di atas bentuk apapun yang dapat kau gambar
Seperti pelukis dan pena
Tiada artinya apa yang kau pandang lebih tinggi
Dia tetap lebih tinggi dari apa yang kau pandang
“ Lebih Tinggi”
Pergi, tinggalkan pembicaraan dan buku-buku
Dia adalah buku yang lebih baik bagimu
Diam ! karena tujuh penjuruarah adalah cahayaNya
Dan manakala kau sebrangi penjuru-penjuru itu
Dialah Sang Pengendali
Aku lebih menyukai apa yang engkau senangi
Dari apa yang ku senangi
Rahasiamu adalah milikku
Maka kubiarkan ia tetap tersembunyi
Menakjubkan, matahari tabriz ! Seperti matahari
Dia sungguh tiada tara (D 2251)


PERPISAHAN DAN DERITA

Aduh ! Aduh ! Seorang mukmin sepertiku
Berhasrat pada peminum darah sepertiMu !
Aduh ! aduh ! Engkau seorang dokter
Yang tega menumpahkan darah pasien
Yang sedang merintih kesakitan
Segala kekejaman yang telah Engkau hadiahkan
Telah membebaniku
Bukan seorang pecinta yang membebani mereka
Dengan kekasihnya.
Kukatakan pada Nya
“ Akankah Kau menumpahkan darahku
Tanpa (sebab) pelanggaran atau dosa yang kulakukan ? “
Kata-Nya “Ya”
Cinta membunuh siapapun
Kecuali orang yang tidak berdosa
Cinta-Ku tak akan membunuh seorang pendosa
Setiap waktu kubakar habis taman-taman
Siapakah engkau bagiku ? Duri.
Aku telah membuang seribu petikan harpa
Siapakah engkau bagi kukuku ? Senar.
Pasukanku telah menghancurkan kota-kota.
Siapakah engkau ? Dinding yang roboh (D 33679-86)


PERSATUAN DAN KESENANGAN
Oh, persatuan dengan Dikau
Adalah akar dari segala kesenangan !
Karena segalanya adalah bentuk
Kecuali makna (D 29290)
Itulah hakikat Lutf bagi Qahr yang kasar
Untuk orang-orang pilihan yang mulia (M IV 2982)
“Barjanji” para pencari
Dan orang-orang yang sedang menempuh perjalanan
Adalah mereka yang menyibukkan diri
Dengan perjuangan rohani dan pengabdian
Mereka sangat memperhatikan waktu
Dan mengaturnya sedemikian rupa
Dengan kewajiban tertentu
dan bagai seorang pengawas
membiasakan diri dengan kewajiban itu
manakala seorang bangun di pagi hari
sangat baik waktu untuk beribadah
ada seratus ribu tingkatan
semakin orang mencadi suci
semakin tinggi ia dibawa
di pagi hari, roh-roh suci
malaikat-malaikat suci
dan makhluk-makhluk yang tidak ada
yang mengetahui mereka kecuali Tuhan (Qs. 14:9)
yang nama-nama mereka dirahasiakan
oleh Tuhan dari kecemburuan manusia
dating mengunjungi mereka
kau duduk disamping mereka, tapi tidak melihat
kau tidak mendengar sepatah katapun dari mereka
segala sambutan dan tawa……….
Inilah maqam ketinggian yang tak terlukiskan
Hanya akan membuang-buang waktu
Jika mencoba membicarakannya
Karena ketinggiannya tak terkatakan
Andaikata sebagian kecil darinya dapat terpahami
Tiada lagi gambaran, pandangan dan pegangan
Pasukan sahaya akan menghancurkan Negeri eksistensi
Raja–raja apabila mereka memasuki suatu negeri
Niscaya mereka membinasakannya (Qs. 27 : 34)
Apa yag telah ku katakan
Adalah apa yang dapat ku katakan
Tentang mereka yang telah mencapai maqam persatuan
Kecuali apa yang tidak terjangkau
Sementara itu
Dimanakah maqam para salik ?
Batas para salik adalah persatuan
Tapi dimanakah batas persatuan ?
Itulah persoalannya
Persatuan tak dapat disepadankan dengan perpisahan
Tak mungkin (buah) yang telah matang
Akan menjadi hijau kembali
Tak mungkin buah yang telah masak
Menjadi mentah kembali ( F 122-123/132-123)


DI SEBERANG BAYANG-BAYANG
Oh Gambaran yang lewat melalui hati
Dikau bukanlah baying-bayang
Bukan pula jin atau manusia
Aku cari Dikau dalam jejak-jejakMu
Tapi Dikau tidak berada di bumi,
tidak pula dilangit (D 31073-74)
Pikiran yang masuk kedalam hati
Bercerita tentang Kawan
Akan kukorbankan rohku untuknya
Dan memenuhi mulutnya dengan emas…
Bentuk-Nya adalah sebuah dalih
Dia adalah cahaya langit
Berlalu di seberang lukisan
Dan bentuk roh-Nya manis, Roh – Nya (D 13373,75)
Masa demi masa adalah gambaran
Utusan-Nya yang sampai padaku melalui jalan hati
Pancaran yang selalu baru datang padaku
 Dari Keindahan dan Daya Tarik Nya
Oh Tuan, adakah kesenangan ini
datang padaku dari firdaus ?
  Ataukah ia angin spoi-spoi
Yang datang padaku dari hari persatuan ? (D 17125-2)
Aku semayamkan Gambaran Keindahan Dikau Di dalam dada
Sebuah cahaya merah mengabarkan matahari (D 28310)
Apa pun pemberian yang kuterimadari –Mu
Akan kuserahkan pada Gambaran Dikau
Karena Dikau adalah Gambaran semanis gula
Dengan Keagungan Dikau dan Roman Muka
Tidak, aku salah, karena Gambaran Dikau
Tidak seperti Gambaran-gambaran yang lain
Segala keindahan dan kesehajaan
Adalah pemberian Dikau (D 79952-53)
Oh Satu Yang Tanpa Bayang-bayang
Aku telah mencari keserupaan wajah Dikau
Yang bagai rembulan hingga langit ke tujuh
Di sana tiada seorangpun (D 4481)
Engkaulah cintaku
Haruskah memiliki bentuk dan lukisan ?
Begimu bentuk hanyalah kesemuan (D 27705)
Meski cinta mengatasi segala bentuk
Tapi ia menampakkan diri
Dalam keindahan Yusuf ! (D27705)
Apakah Satu Yang Tanpa Bentuk memiliki bentuk !
Apakah kau tahu itu ? (D 28167)
Pujaan tak tercakud dalam berbagai gambaran
Jangan kau pahat berhala-berhala dirumah baying-bayang
Karena semua berhala para pemuja berhala
Adalah Dia, Dia lebih dari segala
Apakah segala yang selain Dia ?
Orang-orang tak dapat memahami ini
Dan aku tak di ijinkan mengungkapkannya (D 1313335)
Bunga berasal dari dunia itu
Ia tak tercakup oleh dunia ini
Bagaimana mungkin Gambaran Bunga
Tercakup di dalam Dunia Imajinasi ? (D 14256)
Jika kau telah membuka mata
Bagi matahari persatuan
Lalu datanglah pada Cakrawala Realitas
Realitas jangan bicara tentang baying-bayang (D 14328)
Bersujudlah dihadapan Wajah Sang Raja
Karena Gambaran adalah wazir Raja, Realitas (D3889)
Oh, tanpa Gambaran wajah Dikau
Segala realitas adalah tamsilan
Tanpa Dikau roh dalam jasadku
Adalah jenazah yang telah membusuk (D18872)
Engkaulah roh segala realitas
Hati bayang –bayang yang membara
Dan bayang–bayang rembulan itu
Tak dapat dilukiskan dengan kata-kata (D 21638)
Manakala roh berasal dari masa kanak-kanak
Ia memasuki persatuan, bebas dari persepsi,
Ideasi dan imajinasi (M III 4113)
Cinta menjadikan betuk-bentuk dalam keterpisahan
Tapi pada saat pertemuan Yang Tanpa Bentuk
Menunjukkan kepadaNya dan berkata
“ Akulah akar dari ketenangan dan kemabukan
Keindahan yang kau lihat dalam bentuk-bentuk
Adalah pantulan Ku
Kini Aku telah membuka tabir
Dan menunjukkan keindahanKu tanpa penghalang
Karena engkau telah begitu terjalin dengan pantulanKu
Engkau memperoleh kekuatan
untuk melihat hakikat semata “ (M V 327780)
GambaranNya menambah cahaya bagi mata
Tapi dalam kehadiran persatuan Nya
Cahaya itu menjadi gelap (D 4727)
Oh Bayang-bayang Dikau
Yang telah menjadikan para pecinta
Sebagai tulisan-tulisan
Itulah pasukan bayang-bayang
Lalu apakah keindahan Dikau ? (D22763)
Oh hati pemerkosa yang tanpa bentuk !
Oh Sang Pembuat Bentukyang tak berbentuk !
Oh Dikau yang telah menghadiahkan sebuah piala
Yang penuh dengan teriakan para pecinta !
Engkau telah menutup mulutku
Agar tidak membeberkan rahasia-rahasia
Dan di dalam dada Engkau bukakan pintu
Namun aku tak dapat menyebutkan nama
Seketika Engkau melemparkan selubung dengan diam-diam
Hatiku terpaut pada saki dan kepalaku pada anggur
Adalah pagi, dan Bayang-bayang Dikau melesat
Roh-roh suci adalah pasir yang tak terhingga
Pergi dengan jalan kaki
Dan mereka yang terkenal karena keagunganya demi Engkau
Di langit menghancurkan tasbih-tasbih
Dan menggadaikan sajadah sembahyang mereka
Roh tak mampu melihat Wajah Dikau yang terselubungi
Dan Keindahan Dikau lebih agung
Dari apapun yang aku katakana
Rohku adalah seekor unta yang mabuk
Mengikuti di belakang-Mu
Jasadku adalah sebuah kerah
Yang melingkar di leher unta
Syam Tuhan Tabriz !
Hatiku adalah kehamilan karena Dikau !
Kapankah aku akan melihat
Seorang anak lahir dari kemegahan Dikau !(D2331)
Bayagng-bayang Raja mulai menggulung dengan lembut
Bongkahan tanah dan batu-batu menjadi hidup
Pohonan yang mati mulai tertawa
Wanita mandul melahirkan
Karena Bayang-bayang Nya pula
Lihatlah betapa Keindahan Nya !
Keindahan Nya menunjukkan diri melalui Bayang-bayang
Yang tak dapat mengejawantahkan Nya
Bayang-bayangNya adalah matahari yang menyinari roh
Keindahan Nya adalah matahari
Yang membakar langit ke empat (D 2433639)

(Dipetik dari Buku “Jalan Cinta Sang Sufi” Syekh Jalaluddin Rumi)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar